SWARA INTERGENERASI 22 Oktober 2021 – TIM BENTUKAN ALLAH

(Kel. 4:27-31)

”Berfirmanlah TUHAN kepada Harun: ’Pergilah ke padang gurun menjumpai Musa.’ Ia pergi dan bertemu dengan dia di gunung Allah, lalu menciumnya.” Demikianlah catatan penulis Kitab Keluaran. Kalimatnya sederhana saja. Allah menyapa Harun dan meminta dia menjumpai Musa, adiknya, di gunung Allah.

Jelaslah, Allah tak pernah ingkar janji. Dia pernah berjanji kepada Musa akan memperlengkapi Musa yang tak tak pandai bicara itu dengan seorang juru bicara. Dan orangnya pun tak berubah dari yang pernah Dia janjikan.

Apa yang bisa kita pelajari? Pertama, Allah akan menyiapkan tim terbaik bagi pekerjaan-Nya. Logis dipahami karena Allah pasti tak ingin pekerjaan-Nya gagal di tengah jalan.

Kedua, orang-orang dalam tim itu mesti bersikap terbuka  satu sama lain. Setiap orang tentu punya kekuatan dan pasti juga kelemahan. Nah, itulah gunanya tim: kekuatan kita menambal kelemahan yang lain, kelemahan kita ditambal oleh yang lainnya.

Itulah yang terjadi dengan tim baru ini. Harun menjadi juru bicara Musa sekaligus memperkenalkan adiknya itu kepada tua-tua Israel. Bagaimanapun empat puluh tahun sudah berlalu sejak pelarian Musa dari Mesir. Bisa jadi banyak orang yang tak lagi mengenal Musa. Mungkin saja di mata mereka Musa adalah seorang pengecut yang melarikan diri dari tanggung jawab. Di hadapan mereka saat itu hanyalah seorang adiyuswa—berusia 80 tahun, mantan gembala kambing domba—dengan sebuah visi besar. Visi yang yak pernah mereka impikan.

Ya, siapa yang akan percaya! Itulah fungsi Harun sebenarnya. Dia menjadi jembatan antara Musa dan para tua-tua itu. Dan penulis Kitab Keluaran mencatat: ”Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka, maka berlututlah mereka dan sujud menyembah” (Kel. 4:31).

Jelaslah, Allah tak sekadar berwacana, Ia juga menyiapkan tim kerja untuk bekerja bersama-Nya dalam mewujudkan kehendak-Nya. Dan tim-Nya itu sungguh solid.

 

Salam InterGenerasi,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*