SWARA INTERGENERASI 25 September 2021 – PARTNER AKUNTABEL

 

(Kel. 4:20-26)

”Kemudian Musa mengajak isteri dan anak-anaknya lelaki, lalu menaikkan mereka ke atas keledai dan ia kembali ke tanah Mesir; dan tongkat Allah itu dipegangnya ditangannya” (Kel. 4:20). Catatan penulis Kitab Keluaran ini sederhana, namun menyiratkan setidaknya dua makna.

Pertama, Allah tidak memanggil pelayan-Nya sendirian. Dia juga memanggil keluarganya—pasangan hidup, juga anak. Itu berarti pelayanan bukanlah hanya urusan pribadi, tetapi juga urusan keluarga. Sehingga peran serta seluruh anggota keluarga menjadi modal utama, bahkan menjadi dasar, pelayanan.

Kedua, pasangan hidup dipanggil menjadi—meminjam istilah yang dikembangkan Haggai Institute—partner yang akuntabel. Akuntabel merupakan kata sifat, yang berarti dapat dipertanggungjawabkan. Menjadi partner yang akuntabel berarti ada keinginan untuk terus menjalankan peran itu dengan penuh tanggung jawab.

Itu jugalah yang dilakukan Zipora. Penulis Kitab Keluaran mencatat: ”Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: ’Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku.’ Lalu TUHAN membiarkan Musa. ’Pengantin darah,’ kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu” (Kel. 4:20-26).

Kemungkinan besar Musa belum menyunat anaknya sebagaimana lazimnya umat Israel. Itulah yang membuat TUHAN ingin membunuhnya. Dan Zipora peka akan hal itu dan langsung menyunat anaknya. Tindakan itulah yang menyelamatkan Musa. Bayangkan apa jadinya Israel jika Musa mati sebelum bekerja!

Sesungguhnya umat Israel layak mengapresiasi tindakan Zipora ini.

 

Salam InterGenerasi

,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*