SWARA INTERGENERASI 30 Agustus 2021 – MENGINGAT, MELIHAT, & MEMPERHATIKAN

 

Empat puluh tahun sudah Musa tinggal bersama Yitro mertuanya. Kelihatannya dia pun sudah mengurungkan niatnya untuk membela nasib saudara-saudara sebangsanya. Lagipula sebagai pelarian, Musa tak punya pasukan. Kalau pun ada yang bisa disebut kawanan, itu hanyalah kawanan kambing domba Yitro.

Namun, penulis Kitab Keluaran mencatat: ”Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka” (Kel. 2:23-25).

Firaun—yang telah menjatuhkan vonis hukuman mati bagi Musa—mati. Dan kematian raja yang memerintahkan kerja rodi bagi bangsa Israel tidak membuat penderitaan berakhir. Pemimpin berganti, tetapi kebijakan terhadap bangsa pendatang tetap. Sepertinya bangsa Israel telah menjadi aset, sekaligus pekerja tanpa upah, bagi bangsa Mesir.

Dalam keadaan seperti itu, penulis Kitab Keluaran menyatakan bahwa Allah adalah Pribadi yang Mengingat, Melihat, dan Memperhatikan. Allah mengingat perjanjian-Nya kepada Abraham. Allah pernah menjanjikan tanah, keturunan, dan berkat. Dan Allah bukanlah Pribadi yang ingkar janji. Di Mesir itu, meski hanya budak, Allah menjadikan Israel menjadi sebuah bangsa besar, yang membuat penguasa Mesir takut karena banyaknya.

Karena itulah, Allah melihat, dan akhirnya memperhatikan. Lalu apa yang membedakan antara melihat dan memperhatikan. Memperhatikan berarti tak melihat lebih dalam. Dan kata dasar memperhatikan adalah hati. Dan dari hati yang tersentuh itulah tindakan mewujud.Itu jugalah yang seharusnya menjadi penghiburan bagi kita—orang percaya abad XXI ini.

 

Salam InterGenerasi,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*