SWARA INTERGENERASI 30 Juli 2021 – MEMBELA ORANG ASING DI NEGERI PELARIAN

 

Kelihatannya Musa memang tipe orang yang gemar menolong. Dia tidak pernah tinggal diam ketika melihat ketidakadilan berlangsung di depan matanya. Dia senantiasa berupaya menempat diri pada pihak yang lemah, terlebih ketika mereka pada posisi yang benar. Dan itulah yang terjadi di sumur di tanah Midian.

Musa menjadi saksi bagaimana ketujuh perempuan anak imam di Midian yang datang terlebih dahulu ke sumur itu diusir oleh para gembala yang datang belakangan (lih. Kel. 2:16-17). Tampaknya itulah yang biasa terjadi, sehingga sang ayah, Rehuel, pun heran ketika para putrinya pulang lebih cepat. Entah sudah berapa lama penindasan itu berlangsung. Dan Musa bertindak.

Menarik disimak, sepertinya Musa tidak merasa perlu membunuh satu pun dari gembala-gembala itu. Bisa jadi karena Musa telah belajar dari pengalaman sebelumnya. Pembunuhan hanya membuat si pelaku kejahatan tak punya waktu untuk mengubah diri. Untuk gembala-gembala tadi, ya belajar untuk menghidupi budaya antre.

Tindakan Musa itu berbuah. Imam di Midian itu, sebagai ucapan terima kasih, Rehuel memberikan Zipora, anak pertamanya, menjadi istri Musa. Allah pun kemudian memberikan Musa anak. Musa menamai anak itu Gersom sebab katanya, ”Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing” (Kel. 2:22).

Apa yang bisa kita pelajari di sini? Pertama, Selalu ada kesempatan bagi orang untuk mengubah perangainya. Itu jugalah yang terjadi pada Musa. Memang dia masih menggunakan ototnya, tetapi dia tidak merasa perlu membunuh para gembala itu. Dan dengan itu dia tidak perlu melarikan diri lagi dari pembalasan dendam.

Kedua, Allah adalah pribadi yang menyertai di mana pun hamba-Nya berada. Bagaimanapun seluruh dunia adalah milik Allah. Bahkan, kemungkinan besar, Allah sedang menyiapkan Musa tugas yang lebih besar lagi dengan menjadi gembala kambing domba Yitro. Tampaknya Allah tengah melatih kesabaran Musa. Sebab pada waktunya dia akan memimpin umat Israel, yang sering bertindak seperti domba-domba yang sulit diatur.

 

Salam InterGenerasi,

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*