SWARA INTERGENERASI 20 Desember 2020 – BERSIH

Holy, Holy, Holy (Saviour And King) Video Worship Song Track with Lyrics | WorshipTeam.tv | SermonSpice

BERSIH

Oleh: Pdt. Yoel M Indrasmoro

”Allah berfirman kepada Yakub: “Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu” (Kej. 35:1).

Demikianlah perintah Allah kepada Yakub. Agaknya perintah ini disampaikan setelah keadaan Yakub mulai tenang. Pada titik ini kita—orang percaya abad XXI—bisa belajar bahwa kadang ucapan syukur menjadi sekadar eforia sesaat setelah mendapatkan pertolongan Allah. Tentu ini tidak salah. Namun, menjadi masalah adalah setelah itu, dengan berlalunya waktu, orang malah lupa akan berkat Allah yang telah diterima.

Allah sepertinya merasa perlu mengingatkan Yakub bahwa Dialah yang berinisiatif menyapa Yakub dalam kesendiriannya. Dalam kegentarannya selaku pelarian, Allah mau menemani Yakub. Allah menyertainya.

Meski perintah  Allah itu ditujukan secara pribadi, Yakub merasa perlu mengajak keluarganya, juga semua orang yang tinggal di rumahnya untuk bersama-sama dengan dia pergi ke Betel.

Penulis Kitab Kejadian mencatat: ”Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: ’Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh’” (Kej. 35:2-3).

Di sini tampaknya Yakub menyadari, penyertaan Allah itu tak hanya bagi dirinya semata, tetapi juga anggota keluarga, bahkan para pelayannya. Karena itu, Yakub juga mengajak seluruh orang di rumahnya untuk pergi ke Betel.

Dan untuk itu Yakub memang tidak main-main, dia mengharuskan setiap orang dalam rumahnya untuk membuang dewa-dewa dalam diri mereka, menguduskan diri, dan mengenakan pakaian bersih. Perintah Yakub ini memperlihatkan pentingnya bersih hati, pikiran, dan tubuh, juga pakaian. Ini menjadi penting karena aneh rasanya berhadapan dengan Allah dengan hati, pikiran, dan tubuh, juga pakaian kotor.

Itu berarti, orang tua abad XXI perlu menolong anak-anak mereka untuk membersihkan hati, pikiran, dan tubuh, juga pakaian mereka, jika hendak bertemu dengan Allah.

 

Salam InterGenerasi,

Anak Bersinar Bangsa Gemilang

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*