SWARA INTERGENERASI 23 Oktober 2020 – SEMUA KARENA CINTA

“Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapatkan Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.” (Kej. 29:20). Demikianlah kesimpulan penulis Kitab Kejadian berkait dengan kisah cinta Yakub dan Rahel.

Yakub seorang pekerja. Dia memahami, tiada hasil tanpa keringat. Jer besuki mawa beya ’semua ada harganya’. Jika ingin mendapatkan hasil baik, ya harus bekerja. Tak ada yang gratis di dunia ini. No, free lunch! Tujuh tahun bukan waktu sebentar. Namun, yang tujuh tahun itu dianggapnya beberapa hari saja karena kecintaannya kepada Rahel.

Cinta berpengaruh besar dalam diri Yakub. Bahkan, ketika Laban menipunya, dia masih mau bekerja tujuh tahun lagi agar mendapatkan Rahel. Semua dilakukannya karena cintanya kepada Rahel.

Pelajaran yang bisa dipetik?

Pertama, Segala sesuatu harus ada alasannya. Tanpa alasan kuat, kita tidak akan pernah serius mengerjakannya. Mungkin kita malah bingung sendiri saat orang bertanya, ”Mengapa Engkau melakukannya?”

Ketiadaan alasan akan membuat kita meninggalkan pekerjaan sewaktu ada yang lebih menarik. Alasan kuat akan menumbuhkan komitmen yang kuat pula dalam hidup. Dalam diri Yakub alasannya adalah cinta. Kerja takkan pernah menjadi beban jika berdasarkan cinta.

Kedua, cinta membuat manusia mampu melakukan hal-hal besar, lebih besar dari yang dapat kita bayangkan. Legenda-legenda Indonesia menyatakan hal itu. Bandung Bondowoso dengan gegap gempita menyelesaikan pembuatan seribu candi dalam waktu semalam untuk memenuhi keinginan Rara Jonggrang. Sangkuriang pun tak ketinggalan, demi Dayang Sumbi bertekad membuat danau dan perahu semalam.

Allah sendiri melakukan hal-hal besar hanya karena satu alasan: cinta. Alasan Allah hadir ke dalam dunia dan menjadi manusia, mati dan bangkit untuk manusia, ya hanya satu: Cinta. Ya, semua karena cinta.

Cintalah yang membuat Yakub begitu bersemangat dalam bekerja! Tujuh tahun bukan waktu sebentar. Tetapi, yang tujuh tahun itu hanya dirasakan beberapa hari saja. Sekali lagi, karena cinta.

Cinta membuat yang tujuh tahun itu terasa hanya beberapa hari saja. Cinta membuat pekerjaan berat tak lagi menjadi beban. Cinta membuat manusia mampu melakukan apa saja.

Apakah Saudara pernah merasakan pengaruh cinta macam begini? Apakah Saudara masih merasakan keajaibannya hingga kini? Amin.

Salam InterGenerasi,

Pdt. Yoel M. Indrasmoro

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*