SWARA INTERGENERASI 16 Juli 2020 – SYAFAAT ABRAHAM

Syafaat Abraham

The Untold Truth Of Sodom And Gomorrah - YouTubeDalam kisah pemusnahan Sodom dan Gomora ada teladan iman yang bisa kita ikuti selaku orang percaya abad XXI, yaitu: doa syafaat Abraham (Kej. 18:16-33).

Abraham bertindak menjadi juru syafaat bagi Sodom dan Gomora. Perhatikan, Abraham peduli dengan nasib Sodom dan Gomora. Abraham merasa sayang jika Sodom dan Gomora musnah. Oleh karena itu, Abraham berupaya untuk tawar-menawar dengan Allah.

Jelaslah, tak ada seorang pun yang meminta Abraham untuk membela Sodom dan Gomora. Penduduk Sodom, bahkan Lot sendiri, tidak pernah memintanya. Akan tetapi, Abraham berinisiatif untuk membela kota itu, seakan-akan dia memang tinggal di kota tersebut. Abraham tak hanya bersimpati dengan keadaan Sodom, melainkan berempati terhadap penduduk Sodom. Arti harfiah simpati ialah bersama-sama menderita, tetapi empati berarti dalam penderitaan orang lain.

Bayangkan Abraham merasa perlu menawar dari 50 orang benar hingga menjadi 10 orang benar di Sodom agar kota itu selamat dari murka Allah. Dan itu dilakukannya tanpa pamrih. KEJADIAN 18:16-19:38 (HASIL DOA SYAFAAT ABRAHAM) - Teologia Reformed

Lagi pula, jika Sodom selamat, Abraham pun tak dapat menyatakan hal itu kepada penduduk Sodom karena mereka memang tidak percaya kepada Allah. Dan sekali lagi, tak ada duta dari Sodom yang meminta Abraham untuk membelanya. Jelaslah, Abraham melakukannya tanpa pamrih.

Pertanyaannya? Bagaimanakah dengan kita? Orang tua mesti menolong anak-anak mereka untuk juga belajar mendoakan orang lain. caranya? Dalam doa bersama dengan anak-anak baiklah kita juga mendoakan orang lain, bisa juga teman-teman dari anak-anak kita. Hal itu akan akan menumbuhkan tak hanya simpati, tetapi empati bagi anak-anak kita.

Nah, ini juga yang penting. Ketika kita mendoakan orang lain, apakah kita sungguh-sungguh berempati? Atau, sekadar ucapan bibir belaka? Doa Syafaat seharusnya mengingatkan kita untuk tidak hanya bersikap simpati, melainkan empati. Jadi tidak sekadar omongan di bibir saja. Apa lagi, kalau hanya beranggapan bahwa doa syafaat berarti doa yang panjang.

Salam InterGenerasi,

 

Pdt. Yoel M. Indrasmoro

Anak Bersinar Bangsa Gemilang

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*