SWARA INTERGENERASI 26 Maret 2020 – BERAWAL DARI RUMAH

Pada suatu hari seorang ibu menemui Bunda Teresa. Ia mengemukakan niatnya untuk terlibat dalam perdamaian dunia. Menanggapi hal itu, pemen

ang hadiah Nobel Perdamaian 1979 berpesan, “Pulanglah kerumahmu!”

Menurut Bunda Teresa, damai dan perang berawal dari rumah. Bila kita sungguh-sungguh menginginkan damai di dunia ini, kita perlu mencintai satu sama lain dan dimulai dari keluarga kita sendiri.

Masalahnya, mungkin di sini, orang begitu mudahnya memberikan perhatian kepada banyak orang diluar sana, tetapi lupa dengan anggota-anggota keluarganya sendiri. Tanpa disadari, rumah sering menjadi tempat dimana sikap pilih kasih dipraktikkan dengan gamblang.

Kisah keluarga Ishak dan Ribka merupakan salah satu contoh. Penulis Kitab Kejadian mencatat: “Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub” (Kej. 25:28).

Keluarga yang semula dilandasi kasih itu dalam perkembangannya menjadi terpceah dan terancam perang saudra, tatkala ibu lebih menyukai si Bungsu, karena sering berada di dalam rumah, sedangkan ayah lebih menyayangi si Sulung karena suka makan daging buruan.

Alasannya agak menggelikan dan tampak sepele. Namun, siapa sangka, alasan yang remeh itu ternyata berdampak besar terhadap diri anak mereka. Yakub menjadi “anak mami” dan Esau menjad “anak papi”.

Segalanya, memang dimulai dari keluarga. Sikap pilih kasih itu ternyata menular kepada Yakub, yang berpuluh tahun kemudian ternyata lebih menyayangi Yusuf ketimbang anak-anaknya yang lain. Ochi, murid saya, pernah berujar bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak, dan orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak mereka.

Segalanya berawal dari rumah. Jika di rumah tidak ada kedamaian hati dan keadilan, ke mana pula anak-anak harus mendapatkannya? Agaknya, inilah alasan utama dari semakin meningkatnya jumlah anak jalanan dan maraknya pengguna narkoba!

Pola pengasuhan yang baik semestinya tidak membuat seorang anak merasa diri sebagai anak emas atau anak tiri. Karena itu, jangan pilih kasih! Bukankah mereka semua adalah anugerah Tuhan?

Salam InterGenerasi

Pdt. Yoel M Indrasmoro

Anak Bersinar Bangsa Gemilang

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*